Senin, 06 Maret 2017

puisi cinta

Muhasabah cinta
 Kala senja tinggalkan sayatan cinta
 Daku terusik dalam lamun asmara
Angin terpa ilalang-ilalang bergoyang kian memesona
 Menguak maksud yang terbesit dalam jiwa
 dengan ronta harap sesakan dada
Sujud saksikan syukur atas segala kuasa-Nya
daku takjub dalam senandung ridha-Nya
Hembus angin fajar sisakan secuik kisah
Gemerlap batin dalam bayang duniawi
Tak tau arah jalan dalam kenenaran, insan hanyalah hamba yang lemah
Tak pandai mensyukuri nikmat Illahi
Bisa kurasa semuah anugarah yang penuh amanah
Wahai sang kuasa
 Dengan izinmu sahaja yang berkekalan
Dalam zikir simpan butiran permohonan
 Lidah yang selalu lantunkan keinginan
 Kehendakmulah dahsyatnya sebuah pertolongan
 Illahi Rabbi...
 Tersadar atas mimpi ketamakan hati
 Kaku putuskan hasrat menuju laknat Rabbi
Kidung do’a tercurah dalam harap suci
 Dan semua terkembali pada kuasa Illahi
Daku insan yang berada dalam muhasabah cinta itu
 Memohon akan ampunan atas segala dosa dan kekhilafanku


 @astika.pamudji

pena malam

saksi bisu, suasana cekam menghantam binar mata tepis hasrat kala air mata bersenandung undang hening getarkan gelap tiada kicau burung kotekan si hewan loncat membisu malam yang kesekian kali sukmaku terbebani ragakuku menjadi saksi aku asyik bersama sepi aku menari diatas sunyi Aku indah menikmati meniup angan terbang tinggi

kutukan malam minggu


(Astika,Dimalam minggu)
Bising menyesak, Hancurkan rasa menyayat sunyi
Malamnya anak muda leburkan gengsi
Si penakluk hati tengah beraksi
Sementara dikau hanya bersembunyi
Jatuhkan kenangan dalam diri
Pembangkit cinta datang lalu pergi

Hancur, tiada lagi yang berarti

Senin, 27 Februari 2017

Rasa saat ini

Sayatan hati,  
Tak dapat dimengerti
Oleh segala takdir ini,
Aku yang terlukai
Begitu tak sudi,
Menganggapnya cinta sejati


Semarang, 26 Februari 2017.